Gue bukan seorang pecandu cinta dan sekarang gua gak lagi jatuh cinta. Tapi semua kisah cinta orang lain ataupun gue sendiri punya satu kesamaan dan ngebuat gue bingung. Kita akan selalu berusaha menjadi apa yang orang lain mau, entah dengan kita menyadarinya ataupun tidak.
Sebenarnya kalimat 'Kita akan selalu berusaha menjadi apa yang orang lain mau' itu bersifat universal. Bisa menyangkut banyak hal seperti perkuliahan di kampus, sekolah, tempat kerja atau apapun itu. Tapi sekarang gue akan membahasnya lebih ke persoalan dalam cinta.
Ketika kita merasa jatuh cinta tentunya kita akan melakukan hal tersebut. seperti, saat cewe yang kita cintai bilang 'Gue suka cowo botak' atau 'Kamu gak boleh makan mie ayam, itu gak sehat. Lebih baik kamu makan bakso!' otomatis kita akan membotakan diri dan mulai menyukai bakso. Entah apa obsesi cewe seperti itu yang pasti kita akan berusaha mengikutinya.
Well.. Dengan kita melakukan hal itu kita telah mendiskriminasikan diri sendiri. Kita melawan kemauan, kesukaan, atau kesenangan diri kita demi memuaskan orang lain.
Kenapa gue bilang orang lain? Karna gebetan ataupun pacar adalah bukan diri kita. Mereka cuma orang yang kebetulan special di hati kita.
Jadi, kenapa kita memprioritaskan orang lain ketimbang diri sendiri?
Tampilkan postingan dengan label I think?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I think?. Tampilkan semua postingan
Hari Ibu
Tersadar setelah membuka sebuah jejaring sosial yang memuat banyak ucapan terima kasih kepada ibu. Ternyata hari ini adalah Hari Ibu.
Ngomong-ngomong tentang ibu, gue mau cerita sedikit tentang nyokap gue. Nyokap gue orangnya ribet dan suka buat eksperimen dengan korban anaknya sendiri. Contoh, waktu gue sakit tenggorokan, dia bikin minuman dari daun-daunan yang ada di halaman rumah, alih-alih mau nyembuhin, gue mencret 2 hari. Ada lagi ade gue, waktu mau sekolah dia minta tolong disetrikain baju seragamnya, bukannya rapi malah jadi item. Pas ditanya kenapa dengan entengnya dia jawab 'setrikanya mamah taroin daun jambu'. Entah obsesi apa yang ada di otak nyokap gue, yang pasti gue tidak seperti itu.
Gue gak terlalu deket sama nyokap, tapi gue ngerti arti dari setiap ekspresi mukanya. Kurang lebih seperti ini:
Cemberut= dia lagi bete
Gembira= lagi banyak uang
Gelisah= gak punya uang
Sedih= merasa kehilangan
Galau= bokap gue telat ngasih uang bulanan
Satu hal yang harus kalian tau. Nyokap gue kalau mau pergi ngaji udah kaya mau ketemu Barrack Obama. Harus rapi dan gak berantakan sedikit pun. Dan perincian waktu dari dia masih pake daster sampe dia siap berangkat adalah seperti ini:
Mandi= 30 menit
Ngeringin rambut= 30 menit
Nyari baju= 40 menit
Gonta-ganti baju= 1 jam
Pake lipstik= 15 menit
Pake bedak= 20 menit
Ngaca= 3 jam
Total waktu yang dibutuhkan adalah 6 jam 15 menit. Jadi, kalau janjian jam 16:00, dia mulai mandi jam 09:45. Total waktu yang tidak normal untuk ukuran orang normal.
Pesan moral: Seribet atau sebrutal apapun nyokap kita, percayalah, mereka tetap menyangi kita pada kondisi apapun. Hanya saja, terkadang cara mereka menunjukan kasih sayang berlainan dengan apa yang kita harapkan. Jadilah anak yang keren dan tetap jaga kepercayaan mereka. Happy mother's day!!
Ngomong-ngomong tentang ibu, gue mau cerita sedikit tentang nyokap gue. Nyokap gue orangnya ribet dan suka buat eksperimen dengan korban anaknya sendiri. Contoh, waktu gue sakit tenggorokan, dia bikin minuman dari daun-daunan yang ada di halaman rumah, alih-alih mau nyembuhin, gue mencret 2 hari. Ada lagi ade gue, waktu mau sekolah dia minta tolong disetrikain baju seragamnya, bukannya rapi malah jadi item. Pas ditanya kenapa dengan entengnya dia jawab 'setrikanya mamah taroin daun jambu'. Entah obsesi apa yang ada di otak nyokap gue, yang pasti gue tidak seperti itu.
Gue gak terlalu deket sama nyokap, tapi gue ngerti arti dari setiap ekspresi mukanya. Kurang lebih seperti ini:
Cemberut= dia lagi bete
Gembira= lagi banyak uang
Gelisah= gak punya uang
Sedih= merasa kehilangan
Galau= bokap gue telat ngasih uang bulanan
Satu hal yang harus kalian tau. Nyokap gue kalau mau pergi ngaji udah kaya mau ketemu Barrack Obama. Harus rapi dan gak berantakan sedikit pun. Dan perincian waktu dari dia masih pake daster sampe dia siap berangkat adalah seperti ini:
Mandi= 30 menit
Ngeringin rambut= 30 menit
Nyari baju= 40 menit
Gonta-ganti baju= 1 jam
Pake lipstik= 15 menit
Pake bedak= 20 menit
Ngaca= 3 jam
Total waktu yang dibutuhkan adalah 6 jam 15 menit. Jadi, kalau janjian jam 16:00, dia mulai mandi jam 09:45. Total waktu yang tidak normal untuk ukuran orang normal.
Pesan moral: Seribet atau sebrutal apapun nyokap kita, percayalah, mereka tetap menyangi kita pada kondisi apapun. Hanya saja, terkadang cara mereka menunjukan kasih sayang berlainan dengan apa yang kita harapkan. Jadilah anak yang keren dan tetap jaga kepercayaan mereka. Happy mother's day!!
Langganan:
Postingan (Atom)

